Fotosintesa

Thursday, September 07, 2006

Fotosintesa

(Duduk sendiri di lobby depan kampuz....( halah-halah masih punya kampus toh) ... semilir angin dari pohon beringin lumayan mengundang kantuk. Tiba2 sehelai daun kering kuning kecoklatan jatuh di pangkuanku.... (hmm, SEHELAI DAUN.... entah begitu sukaku dengan 2 kata itu). Kuambil sehelai daun yang terlihat pasrah itu, kuselipkan di buku. di seberang, di dekat tempat sampah yang telah penuh muatan, kulihat setumpuk daun-daun kering lainnya membentuk sebuah gunungan kecil. Sehelai daun, adalah satu organ dari tumbuhan, ia tersusun dari banyak jaringan dan berjuta sel. Sehelai daun kering yang jatuh tadi akan segera mengering. Tapi setidaknya ia telah patuh pada alam,tunduk pada SasmitaNYA, menyerap karbon dioksida dan menebar oksigen untuk alam sekitar. Daun itu sebelum terjatuh, pernah hijau, pernah memiliki klorofil (zat hijau daun), Ia pernah jadi 'dapur' energi bagi dirinya dan alam sekitarnya, menyimpan mineral untuk dirinya dan menyumbang beberapa CC oksigen pada alam sekitarnya; dengan berFOTOSINTESA. Subhanallah.)

By : Aisya Nurkelana

Coba kita baca artikel di bawah :

ISYARAT ‘POHON HIJAU’ DALAM AL QUR’AN

Oleh : dr. M. Aron Pase (dari Waspada Online)

Seperti biasanya Al-Qur'an akan menggunakan beberapa istilah dan isyarat untuk memberitakan sebuah wahyu melalui ayat-ayat-Nya yang suci. Seringkali ayat-ayat ini lebih bersifat global, universal, banyak menggunakan simbol-simbol serta perumpamaan, namun demikian hakikat yang dikandungnya selalu membuat pembacanya berdecak kagum dan akhirnya mendapatkan kebenaran dari makna yang tersirat di kemudian hari.

Sangat menarik untuk disimak ketika Allah Swt berbicara tentang "Pohon Hijau" (Asy-syajar al-akhdar) yang sebenarnya adalah zat hijau daun, yang lebih dikenal dengan nama 'chlorophyll' (klorofil) dari tumbuhan, isyarat ini dijelaskan dalam QS. Ya Sin (36): 80, lebih detailnya telah dijelaskan oleh M. Quraish Shihab dalam bukunya yang terkenal 'Mukjizat Al-Quran' (Mizan, 1997), sebagai berikut :

Ihwal 'Pohon Hijau' Dalam Al-Qur'an
FirmaNya dalam surat Ya-Sin (36), ayat ke-80 : "(Allah) yang menjadikan untuk kamu api dari kayu yang hijau (tanpa campur tangan dari kamu) maka kamu (dapat) menyalakan (api) darinya (kayu hijau itu)". Dalam plasma sel tumbuh-tumbuhan terdapat zat yang dinamai chromatophore (pembawa zat warna). Bentuk dan warnanya adalah kuning, merah, jingga dan hijau. Yang terpenting adalah yang hijau yang dikenal dengan nama "chlorophyll" (dari bahasa Yunani berarti "zat hijau daun").

Istilah tersebut sebenarnya tidak terlalu tepat, karena zat tersebut tidak hanya terdapat pada daun, tetapi juga pada ranting-ranting yang muda, tegasnya pada semua bagian pohon yang hijau. Dari sini terbukti istilah yang digunakan Al-Quran lebih tepat, yaitu "Asy-syajar al-akhdar" yang terjemahan harfiahnya adalah "pohon hijau". Chlorophyll terdiri dari ikatan zat-zat karbon (C), hydrogen (H), nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Aktivitas utama chlorophyll adalah menjelmakan zat organik dari zat-zat anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari.

Proses ini disebut photosynthesis (fotosintesis) yakni mengadakan sintesis dengan photon (cahaya). Jelasnya chlorophyll mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kimiawi melalui proses photosynthesis atau dengan kata lain menyimpan tenaga matahari dalam tumbuh-tumbuhan berupa makanan dan bahan bakar yang nantinya akan muncul sebagai api atau tenaga kalori sewaktu terjadi pembakaran. Proses ini disebut respirasi atau menurut istilah Al-Quran diayat tersebut : "....(tanpa campur tangan dari kamu) maka kamu (dapat) menyalakan (api) darinya (kayu hijau itu)".

Proses photosynthesis ini ditemukan oleh seorang sarjana Belanda J. Ingenhousz, pada akhir abad ke-18 M. Sedangan proses ini telah diisyaratkan Al-Quran pada abad ke-7 M. Dari mana Nabi Muhammad Saw mengetahui hal ini? Tiada yang tahu kecuali kebenaran wahyu Allah Swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammmad Saw melalui ayat-ayatNya suci kepada umat Islam ini. Allahua'lam.

'Pohon Hijau' = Zat Hijau Daun dalam Ilmu Kedokteran
Ditelaah dari segi ilmiah, para pakar ilmu Biologi mengungkapkan bahwa klorofil mampu mengikat karbon dioksida (CO2) dari udara dan menyerap air (H2O) dari akar tumbuhan untuk kemudian dengan bantuan cahaya matahari disintesa menjadi senyawa organik yang mengandung energi. Yang akhirnya disebut zat pati atau hidrat arang atau karbohidrat.

Proses pembentukan senyawa organik yang berenergi ini terjadi dengan bantuan cahaya matahari dan disebut fotosintesis (photosynthesis), artinya mengadakan sintesa dengan cahaya (photon). Oleh tanaman, karbohidrat hasil fotosintesis disebarkan ke sel-sel seluruh bagian tanaman untuk digunakan dalam berbagai keperluannya, untuk respirasi menghasilkan energi. Selanjutnya sebagian dari energi hasil respirasi akan disimpan di sel-sel akar, batang, dahan, ranting, daun, bunga dan buahnya.

Kesimpulannya disini bahwa keajaiban zat hijau daun adalah tumbuhan yang mempunyai zat hijau dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Karena mampu membentuk makananyan sendiri.

Dan hasil karbohidrat dari proses fotosintesis tersebut dapat diubah menjadi senyawa lain yaitu protein, lemak dan vitamin. Dengan demikian berarti tumbuh-tumbuhan merupakan produsen atau penghasil bahan makanan bagi makhluk hidup di muka bumi ini, termasuklan kita semua manusia. Bila tidak ada zat hijau daun ini pasti kehidupan tidak akan pernah ada di muka bumi ini.

Ayat-ayat Al-Quran Dari Sisi Ilmu Pengetahuan Modern
Ada sebagaian kelompok masyarakat yang kurang setuju jika ayat-ayat Al-Quran ditafsirkan dari sisi ilmu pengetahuan modern. Karena menurut mereka penafsiran seperti ini sangat berbahaya. Alasannya bahwa ilmu pengetahuan adalah sebuah proses penemuan-penemuan yang bersifat empirik, relatif dan terus berubah-ubah menuju penyempurnaan.

Jadi, jika kita menafsirkan Al-Quran dari sudut ilmu pengetahuan modern, hanya akan membuat orang awam terpesona dan kita tidak akan pernah menemukan esensi pemahaman yang sebenarnya dari kitab suci ini. Ini pendapat sebagian kelompok masyarakat.

Bagaimana kita menyikapi pendapat tersebut ? Sebenarnya sampai sekarang ini penafsiraan ayat-ayat Al-Quran tidak ada yang bersifat mutlak kebenarannya. Memang Al-Quran adalah mutlak kebenaraanya. Tidak dengan penafsirannya. Karena Al-Quran ditafsirkan oleh seorang manusia, sehingga kebenaran tafsirannya bersifat relatif. Penafsiran sendiri adalah upaya untuk menggambarkan 'kira-kira' maksud Allah Swt, begini dan begitu. Seorang ahli tafsir sangat tergantung atas latar belakang ilmu yang ia miliki dan kuasai.

Tak heran kalau M. Quraish Shihab lewat tafsir Misbahnya lebih mengedepankan aspek dan kaidah bahasa, karena ilmu bahasa Arab adalah bidangnya. Begitu juga dengan Agus Mustofa, seorang ahli teknik nuklir lulusan Univ. Gajahmada-Yogyakarta yang sekarang aktif menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dalam kajian tasawwuf fisika modern.

Begitu juga ahli Fisika, Kedokteran dan seterusnya. Kenyataannya kita tidak pernah memahami kebenaran mutlak yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Kalau ada seseorang yang berani mengklaim bahwa tafsirannya lebih benar atas maksud dan 'pikiran' Tuhan dari ayat-ayat-Nya, bisa-bisa ia terperosok kepada kemusyrikan karena tanpa sengaja dia telah menyetarakan ilmu dia dengan ilmu Allah.

Maka lebih baik kita menghargai setiap penafsiran. Tentu saja yang bermaksud baik dan memenuhi kaidah-kaidah penafsiran yang benar. Karena sesungguhnya kita hanya bisa mendekati kebenaran dari tafsir-tafsir ayat Al-Quran dari sudut pandang kita yang berbeda. Karena kita hanya manusia biasa yang serba kekurangan. Allahua'lam.

(copas from Waspada online)


Thursday, August 24, 2006

Bismillahirrahmanirrahiim..
Sehelai Daun ingin berfotosintesa...